Skrining Malaria Intensif di Distrik Yapsi, Yonif TP 814/JZA dan Puskesmas Turun Langsung Putus Rantai Penularan
Skrining Malaria Intensif di Distrik Yapsi, Yonif TP 814/JZA dan Puskesmas Turun Langsung Putus Rantai Penularan
Yapsi – Upaya memutus mata rantai penyebaran malaria terus digencarkan. Dinas Kesehatan Jayapura melalui Puskesmas Distrik Yapsi bersama kader malaria dan personel Yonif TP 814/JZA melaksanakan kegiatan skrining malaria di Distrik Yapsi, dengan menyasar wilayah penduduk setempat.
Kegiatan skrining ini dilakukan menggunakan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) dengan pengambilan sampel darah masyarakat. Program yang dikenal dengan sebutan EDAT ini bertujuan mendeteksi secara dini kasus malaria sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan teepat.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama dua hari di dua titik berbeda, yakni pada hari Senin di Kampung Ogan Jaya dan hari Rabu di Kampung Bumi Sahaja. Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki jumlah penduduk yang cukup tinggi di Distrik Yapsi. Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan tahun 2025 dan direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan dari Puskesmas dibantu oleh kader malaria di setiap distrik serta personel Yonif TP 814/JZA. Hadir pula Danton Kesehatan Letda Ckm Frezha dan Danki Kesehatan Letda Ckm Abri Setya yang turut mendampingi jalannya kegiatan di lapangan.
Menurut salah satu tokoh masyarakat, kegiatan ini dinilai sangat membantu dalam mencegah penyebaran malaria yang lebih parah.
“Saya terima kasih atas tindakan ini, jadi saya dan keluarga bisa merasa aman dari penyakit malaria ini,” ujar Farida, warga SP 1.
Danton Kesehatan Letda Ckm Frezha menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi dan tindak lanjut bagi masyarakat yang terjangkit.
“Kami akan memberikan imbauan serta tindakan lanjutan bagi mereka yang terjangkit malaria. Penyakit ini memang sudah sering terjadi, namun tidak sedikit yang mengalami kondisi parah hingga meninggal dunia,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya faktor lingkungan sebagai salah satu penyebab berkembangnya vektor malaria. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi potensi berkembangnya nyamuk penyebab malaria.
Dengan adanya skrining rutin ini, diharapkan angka kasus malaria di Distrik Yapsi dapat terus ditekan. Sinergi antara tenaga kesehatan, aparat TNI, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan wilayah bebas malaria.
What's Your Reaction?



