Prajurit Yonif TP 860/NSK dan Jemaat GKI Betani Waren Bersatu dalam Doa, Wujud Nyata Harmoni TNI dan Masyarakat Papua
Prajurit Yonif TP 860/NSK dan Jemaat GKI Betani Waren Bersatu dalam Doa, Wujud Nyata Harmoni TNI dan Masyarakat Papua
PAPUA, WAROPEN – Kehangatan kebersamaan dan suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Gereja GKI Jemaat Betani Waren, Distrik Waren, Kabupaten Waropen, Minggu (31/5/2026). Prajurit Yonif TP 860/NSK yang beragama Nasrani tampak berbaur dengan masyarakat dalam pelaksanaan Ibadah Minggu Kudus yang berlangsung penuh kedamaian.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut menjadi lebih dari sekadar rutinitas ibadah. Di tengah pelaksanaan tugas pengabdian di wilayah Papua, para prajurit memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat keimanan sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan di daerah penugasan.
Ibadah dipimpin langsung oleh Pendeta Martina Arwam dan diikuti oleh ratusan jemaat dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga anak-anak sekolah minggu. Suasana khidmat begitu terasa saat lantunan puji-pujian menggema di dalam gereja, dilanjutkan dengan pembacaan firman Tuhan, khotbah, serta doa bersama yang dipanjatkan untuk kedamaian, persatuan, dan kemajuan Papua.
Kehadiran prajurit Yonif TP 860/NSK di tengah-tengah jemaat mendapat sambutan hangat dari warga. Tidak ada sekat yang terlihat. Prajurit dan masyarakat duduk berdampingan, mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh rasa syukur dan kekeluargaan.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat tidak hanya terjalin melalui tugas pengamanan wilayah, tetapi juga tumbuh melalui kedekatan sosial, budaya, dan spiritual yang dibangun secara berkelanjutan.
Kegiatan ibadah bersama ini juga merupakan bagian dari program Pembinaan Mental (Bintal) dan Pembinaan Teritorial (Binter) yang terus dijalankan Yonif TP 860/NSK. Melalui pendekatan humanis dan religius, prajurit hadir sebagai sahabat masyarakat sekaligus mitra dalam menjaga persatuan dan stabilitas wilayah.
Usai pelaksanaan ibadah, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Pendeta Martina Arwam, pengurus gereja, dan prajurit Yonif TP 860/NSK di depan altar gereja. Senyum dan kebersamaan yang terpancar menjadi simbol eratnya hubungan emosional yang telah terbangun dengan baik selama ini.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian. Semangat persaudaraan yang tercipta dalam momen tersebut menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat terus terjaga, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Papua yang damai, harmonis, dan sejahtera.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, Yonif TP 860/NSK tidak hanya memperkuat spiritualitas prajurit, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan, serta menumbuhkan rasa persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
What's Your Reaction?

