Kolaborasi Fondasi Ketahanan Pangan Daerah melalui Panen Jagung Serentak di Kemtuk Gresi
Kolaborasi Fondasi Ketahanan Pangan Daerah melalui Panen Jagung Serentak di Kemtuk Gresi
PAPUA, Sentani — Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor di wilayah Papua. Polsek Kemtuk Gresi melaksanakan Panen Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di lahan ketahanan pangan Polsek Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kemtuk Gresi, Ipda J.M. Taime, dan turut dihadiri Babinsa Koramil 1701-14/Kemtuk Gresi, Serka Slamet Robiantoro dan Sertu Bohri Rahman, bersama Koordinator BPP Besum, Miko Lolok, S.Pt. Kehadiran unsur TNI, Polri, serta penyuluh pertanian dalam satu kegiatan menjadi simbol kuat sinergi strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Pada panen kuartal II ini, komoditas yang dipanen adalah jagung varietas hibrida NK7172 yang ditanam sejak 2 Februari 2026 di lahan percontohan seluas 50 x 100 meter. Dengan pendampingan teknis serta pengawasan agronomi yang berkelanjutan, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 500 kilogram.
Selain memperkuat ketersediaan pangan, hasil panen ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Jagung hasil panen akan diserap oleh pasar melalui jaringan pengepul dengan estimasi harga sekitar Rp6.000 per kilogram, sehingga berpotensi mendorong perputaran ekonomi mikro di tingkat lokal.
Kapolsek Kemtuk Gresi, Ipda J.M. Taime, mengapresiasi soliditas dan sinergi lintas sektor yang terus terbangun di wilayahnya.
“Sinergi antara TNI, Polri, dan penyuluh pertanian menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan berkesinambungan demi menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Koordinator BPP Besum, Miko Lolok, S.Pt., menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan pendampingan teknis kepada petani guna mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Sementara itu, Babinsa Koramil 1701-14/Kemtuk Gresi, Serka Slamet Robiantoro, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Kehadiran TNI dalam kegiatan ini bukan sekadar membantu di lapangan, tetapi merupakan wujud nyata dukungan terhadap kedaulatan pangan nasional. Ketahanan pangan adalah bagian penting dari ketahanan negara,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan panen jagung hibrida NK7172 ini menjadi bukti bahwa potensi pertanian di Papua memiliki prospek besar apabila dikelola melalui sinergi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah, dan penyuluh pertanian.
Ke depan, Koramil 1701-14/Kemtuk Gresi berkomitmen untuk terus mengawal program pendampingan pertanian hingga menyentuh lahan masyarakat secara lebih luas, guna mendorong produktivitas petani lokal yang stabil, berdaya saing, serta mendukung kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Redaksi Papua)
What's Your Reaction?

