Makna Kerja Bakti Gereja bagi Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Sentani Barat
Makna Kerja Bakti Gereja bagi Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Sentani Barat
Papua, Sentani – Kerja bakti membersihkan gereja yang dilakukan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1701/Jayapura bersama warga Dusun Mulia, Kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (31/10/2026), tampak sederhana. Namun, di balik kegiatan tersebut terdapat makna strategis bagi hubungan TNI dan rakyat.
Pertama, kegiatan ini menunjukkan bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur. Satgas TMMD ke-130 Tahun 2026 menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengabdian. Kerja bakti membersihkan tempat ibadah menjadi simbol kehadiran TNI yang tidak terbatas pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kedua, kegiatan yang dipimpin Serka Frets tersebut memperlihatkan bagaimana TNI berbaur dengan warga. Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat; semua bekerja bersama dengan peralatan sederhana. Suasana kekeluargaan yang terbangun menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial. Dalam konteks ini, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, rumah, atau fasilitas umum, tetapi juga melalui kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, pernyataan Lettu Inf Kawer selaku Perwira Pengawas Satgas TMMD menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah warga diharapkan memberikan dorongan positif agar semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh. Hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat menjadi semakin erat melalui kegiatan sederhana seperti membersihkan tempat ibadah.
Dari perspektif sosial, kerja bakti ini juga memperkuat nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Serka Frets berharap semangat kebersamaan dan kepedulian yang telah terbangun selama pelaksanaan TMMD dapat terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat. Budaya gotong royong disebutnya sebagai modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan, menciptakan lingkungan yang bersih, serta mendorong kemajuan kampung secara bersama-sama.
Dengan demikian, kerja bakti di gereja Dusun Mulia bukan sekadar kegiatan kebersihan. Ia adalah praktik nyata dari komitmen TNI dalam mempererat hubungan dengan masyarakat, sekaligus pengingat bahwa pengabdian TNI tidak semata-mata diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari kepedulian dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (Humas/Red/Pendim1701)
What's Your Reaction?

