Gotong Royong di Rumah Ibadah dan Makna Kehadiran TNI bagi Warga Sentani Barat

Gotong Royong di Rumah Ibadah dan Makna Kehadiran TNI bagi Warga Sentani Barat

Nov 8, 2026 - 15:31
 0  3
Gotong Royong di Rumah Ibadah dan Makna Kehadiran TNI bagi Warga Sentani Barat

Papua, Sentani – Ketika personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1701/Jayapura bersama warga Dusun Mulia, Kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, bekerja bakti membersihkan gereja pada Sabtu (31/10/2026), yang terlihat bukan hanya kegiatan fisik. Ada pesan sosial yang lebih dalam: kehadiran TNI di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dipimpin Serka Frets tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan masyarakat. Personel TNI bersama warga bergotong royong mengupas cat lama pada dinding gereja serta membersihkan lumut yang menempel di pondasi pagar sebagai persiapan sebelum dilakukan pengecatan ulang.

Dalam banyak program pembangunan, keberhasilan sering kali diukur dari angka dan infrastruktur yang terbangun. Namun, kerja bakti di gereja Dusun Mulia mengingatkan bahwa ada dimensi lain yang tidak kalah penting: kepedulian sosial dan kebersamaan. Bagi Satgas TMMD, kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti membersihkan bangunan gereja. Lebih dari itu, kebersamaan yang terbangun menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Serka Frets mengatakan, keterlibatan personel Satgas dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat melalui program TMMD. Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, rumah, maupun fasilitas umum, tetapi juga melalui kepedulian dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. TMMD bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga bagaimana kehadiran TNI dapat memberikan manfaat secara langsung serta memperkuat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penegasan Lettu Inf Kawer selaku Perwira Pengawas Satgas TMMD. Ia menegaskan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian personel Satgas terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan tidak hanya membantu mempercepat pembangunan, tetapi juga memberikan dorongan positif agar semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh. Melalui kegiatan sederhana seperti membersihkan tempat ibadah, hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat dapat semakin erat.

Pada akhirnya, kerja bakti di Dusun Mulia adalah pengingat bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukanlah konsep abstrak. Ia hadir dalam hal-hal sederhana: kuas yang digunakan bersama, tawa yang terbagi, dan gereja yang menjadi lebih bersih. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang telah terbangun selama pelaksanaan TMMD diharapkan terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat. Sebab, budaya gotong royong merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan, menciptakan lingkungan yang bersih, serta mendorong kemajuan kampung secara bersama-sama. (Humas/Red/Pendim1701)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow