Prajurit TNI dan Warga Sentani Bergotong Royong di Rumah Ibadah

Prajurit TNI dan Warga Sentani Bergotong Royong di Rumah Ibadah

Nov 8, 2026 - 15:11
Nov 8, 2026 - 15:21
 0  4
Prajurit TNI dan Warga Sentani Bergotong Royong di Rumah Ibadah

Papua, Sentani – Sabtu pagi itu, Dusun Mulia di Kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, tampak berbeda. Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1701/Jayapura bersama warga setempat berkumpul di sebuah gereja. Mereka tidak datang dengan senjata, melainkan dengan peralatan sederhana: kuas, sekop kecil, dan kain lap. Hari itu, mereka bekerja bakti membersihkan tempat ibadah.

Pemandangan itu menjadi potret kecil dari komitmen TNI dalam mempererat hubungan dengan masyarakat. Program TMMD ke-130 Tahun 2026 tidak hanya menyentuh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kepedulian sosial. Gereja yang menjadi sasaran kerja bakti dibersihkan secara menyeluruh: cat lama pada dinding dikupas, lumut yang menempel di pondasi pagar dibersihkan, sebagai persiapan sebelum pengecatan ulang.

Serka Frets, yang memimpin kegiatan tersebut, turut bekerja bersama warga. Baginya, momen seperti ini bukan sekadar pekerjaan fisik. “Melalui kegiatan ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong. TMMD bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga bagaimana kehadiran TNI dapat memberikan manfaat secara langsung serta memperkuat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Sepanjang kegiatan, suasana penuh keakraban terlihat. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Semua bekerja bahu-membahu dengan semangat yang sama: menciptakan lingkungan tempat ibadah yang lebih bersih dan tertata. Bagi Satgas TMMD, kebersamaan yang terbangun menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong.

Lettu Inf Kawer, Perwira Pengawas Satgas TMMD, menambahkan bahwa kegiatan sederhana seperti membersihkan tempat ibadah dapat mempererat hubungan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat. “TNI senantiasa hadir, berbaur, dan menjadi bagian dari masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan,” tegasnya.

Di Dusun Mulia, kerja bakti itu bukan hanya tentang gereja yang bersih. Ia adalah tentang kehadiran TNI yang dirasakan langsung oleh warga, tentang budaya gotong royong yang terus dipelihara, dan tentang kemanunggalan yang tidak hanya diucapkan, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. (Humas/Red/Pendim1701)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow