Tugu Prasasti Mulai Menjulang Menjadi Penanda Sejarah TMMD di Gumelem Kulon
Banjarnegara - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan rabat beton yang terus dikebut, sejumlah tukang tampak sibuk mengerjakan sebuah bangunan yang berbeda. Bukan jalan, bukan talud, melainkan tugu prasasti TMMD Reguler ke-129 TA 2026 yang perlahan mulai menunjukkan bentuknya.
Selasa (11/08/2026), aktivitas pembangunan tugu prasasti terlihat di wilayah Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Para tukang bekerja dengan teliti, menyelesaikan bagian demi bagian bangunan yang nantinya diharapkan menjadi penanda sejarah pelaksanaan TMMD di desa tersebut.
Di lokasi yang sama, anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara bersama masyarakat masih berjibaku menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, salah satunya rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 0,15 meter di Dusun Kunir RT 01/09.
Namun, keberadaan tugu prasasti memiliki cerita tersendiri. Jika rabat beton akan menjadi fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari, tugu prasasti akan menjadi pengingat bahwa pernah ada satu masa ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat Gumelem Kulon bersama-sama bergotong royong membangun desa.
Para tukang pun bekerja dengan penuh perhatian. Setiap bagian diperiksa agar hasil akhirnya tidak hanya kokoh, tetapi juga rapi dan layak menjadi sebuah prasasti. Sesekali pekerjaan berhenti sejenak untuk memastikan ukuran dan posisi bangunan sesuai. Setelah itu, pekerjaan kembali dilanjutkan.
Di balik kesibukan tersebut tersimpan sebuah pesan sederhana: pembangunan boleh selesai, tetapi kenangan tentang kebersamaan jangan sampai hilang. TMMD Reguler ke-129 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.” Tema tersebut terasa nyata dalam setiap pekerjaan yang dilakukan di Gumelem Kulon.
Prajurit bekerja bersama warga. Pemerintah desa dan berbagai unsur turut mendukung. Sementara masyarakat ikut memberikan tenaga sesuai kemampuan. Tugu prasasti nantinya diharapkan menjadi salah satu simbol dari kebersamaan tersebut.
Bagi generasi yang akan datang, tugu itu bukan sekadar bangunan. Ia dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan sebuah desa pernah dikerjakan dengan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sementara itu, pekerjaan rabat beton terus berjalan. Setiap meter yang selesai menjadi bagian dari perubahan wajah Dusun Kunir.
Jalan yang dibangun akan memberikan manfaat langsung bagi aktivitas warga, sedangkan tugu prasasti akan menyimpan cerita di balik proses pembangunannya.
Hari itu, para tukang mungkin hanya melihat pekerjaan yang harus diselesaikan. Tetapi kelak, ketika tugu tersebut berdiri kokoh dan rabat beton telah digunakan masyarakat, pekerjaan mereka akan menjadi bagian dari sejarah Desa Gumelem Kulon.
Sebuah sejarah tentang desa yang pernah menyatukan langkah bersama TNI untuk membangun negeri dari desa.(Pendimbna).
What's Your Reaction?

