Angkong Jadi Andalan Gotong Royong TNI dan Warga Tak Kenal Lelah di Gumelem Kulon
Banjarnegara - Bukan alat berat, bukan pula mesin canggih. Di tengah pembangunan rabat beton di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, justru angkong menjadi salah satu alat yang paling sibuk digunakan. Dari pagi hingga pekerjaan berlangsung, roda angkong terus bergerak membawa adukan beton menuju titik pengecoran. Di balik alat sederhana itu ada tenaga dan semangat anggota Satgas TMMD bersama masyarakat yang tidak mengenal lelah.
Selasa (11/08/2026), anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara bersama personel Batalyon 405/Suryakusuma, Batalyon Sipur 4, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 439/Satria Mangunyudha, Lanal Cilacap, Lanud Jenderal Besar Soedirman, Polri, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, serta masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan rabat beton.
Sasaran yang dikerjakan berupa rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 0,15 meter. Angkong menjadi penghubung antara adukan beton yang keluar dari molen dengan badan jalan yang sedang dicor. Ketika medan menanjak atau jarak cukup jauh, mendorong angkong yang penuh adukan tentu membutuhkan tenaga ekstra. Namun, pekerjaan tetap berjalan.
Satu orang mendorong, yang lain membantu mengarahkan. Ketika terasa berat, pekerjaan dilakukan bersama. Setelah satu angkong tiba di lokasi pengecoran, angkong lainnya kembali bergerak. Begitulah ritme gotong royong yang terlihat di lokasi TMMD. Warga pun ikut ambil bagian. Tidak ada pembagian tugas yang kaku. Siapa yang mampu mengangkat, membantu mengangkat. Siapa yang kuat mendorong, mengambil bagian mendorong angkong.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan di desa tidak selalu membutuhkan alat besar. Dengan kebersamaan, alat sederhana pun mampu menjadi bagian penting dari pekerjaan besar.
Bagi masyarakat Gumelem Kulon, rabat beton tersebut bukan hanya sebuah proyek pembangunan. Jalan ini nantinya akan digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, membawa hasil pertanian, mengantar anak sekolah, hingga menghubungkan warga dengan wilayah sekitar.
Setiap dorongan angkong hari itu seolah menjadi satu langkah menuju jalan yang lebih baik. Sementara bagi anggota Satgas dan seluruh unsur yang terlibat, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Semangat itu sejalan dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.” Di Gumelem Kulon, angkong mungkin hanya sebuah alat sederhana. Namun, ketika didorong bersama-sama oleh TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat, ia menjadi simbol bahwa pembangunan besar dapat lahir dari gotong royong, keringat, dan kemauan untuk bekerja bersama.(Pendimbna).
What's Your Reaction?

