Tarian Adat dan Pesta Rakyat Warnai Perayaan Setengah Abad Mapuru Jaya
Tarian Adat dan Pesta Rakyat Warnai Perayaan Setengah Abad Mapuru Jaya
PAPUA TENGAH, Mimika — Semarak kemeriahan menyelimuti Distrik Mimika Timur, Papua Tengah, pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Mapuru Jaya. Pesta rakyat yang digelar pada tahun ini tidak hanya menjadi ajang syukuran atas perjalanan setengah abad wilayah tersebut, tetapi juga menjadi simbol nyata sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terlihat jelas dengan hadirnya prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) TP 820/DAAI yang berbaur dengan warga dalam berbagai kegiatan.
Perayaan yang digelar di halaman Kantor Distrik Mimika Timur ini dihadiri oleh sederet pejabat penting, mulai dari Komandan Batalyon (Danyon) Yonif TP 820/DAAI, Letkol Inf Danu Winargo S.H., Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, S.Pd., dan Anggota DPRK Mimika sekaligus Koordinator Anak LABEMA, Hj. Rampiani Rahman. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan besarnya perhatian terhadap momen bersejarah Mapuru Jaya yang telah memasuki usia emasnya.
Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya yang semarak dengan karnaval budaya dan ritual adat, HUT ke-50 ini mengusung tema kebersamaan dan pengabdian. Ribuan warga dari enam kampung dan satu kelurahan di Distrik Mimika Timur tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Suasana menjadi lebih hangat dengan adanya interaksi langsung antara prajurit TNI dan masyarakat, mulai dari kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan hingga atraksi seni yang melibatkan generasi muda.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan. "Di usia emas yang ke-50 ini, kita semua bersyukur bisa berkumpul dan merayakan hari jadi Mapuru Jaya. Kehadiran kita di sini adalah bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih kita junjung tinggi. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Danyon dan seluruh prajurit Yonif TP 820/DAAI yang telah hadir dan menjadi bagian dari keluarga besar Mimika Timur," ujar Emanuel Kemong dengan penuh semangat .
Momen ini juga dijadikan ajang bagi Yonif TP 820/DAAI untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Tidak hanya sekadar hadir, para prajurit yang dikenal dengan motto "Dampak Antipasi Ancaman dan Aksi Intimidatif" ini terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satu yang menarik perhatian adalah demonstrasi pelatihan drumband yang digelar di halaman acara. Di tengah hiruk-pikuk perayaan, prajurit TNI dengan sabar membimbing anak-anak setempat untuk mempelajari dasar-dasar baris-berbaris sambil memainkan alat musik drumband.
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan pembekalan nilai disiplin bagi generasi penerus Papua. "Melalui ketukan drum dan gerakan baris-berbaris, kami ingin menanamkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab sejak dini. Ini adalah bentuk pengabdian kami yang tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga turut membangun karakter generasi bangsa," ujar Letkol Inf Danu Winargo di sela-sela acara.
Pernyataan tersebut sejalan dengan misi pengabdian satuan di tanah Papua, di mana pendekatan humanis melalui kegiatan kreatif terbukti memberikan dampak positif terhadap perkembangan kecerdasan emosional dan kreativitas siswa .
Perayaan HUT ke-50 ini menjadi penanda penting bagi kemajuan Distrik Mimika Timur. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, berharap sinergi yang sudah terbangun ini dapat terus ditingkatkan. "Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukanlah hal yang asing. Mereka adalah bagian dari kita. Saya berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk pembangunan di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat," ungkapnya.
Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan ini harus terus dipupuk. "Mapuru Jaya telah berusia 50 tahun. Banyak pembangunan yang telah kita rasakan, terutama di bidang infrastruktur dan pendidikan. Ini semua berkat kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Hj. Rampiani Rahman, yang akrab disapa Ibu Rampiani, menyoroti pentingnya pelestarian budaya di tengah gempuran modernisasi. "Di usia emas ini, kita harus lebih mencintai budaya sendiri. Anak-anak muda harus terus mengenal tari-tarian adat dan kearifan lokal agar warisan leluhur tidak punah," pesannya.
Pesta rakyat HUT Emas Mapuru Jaya ditutup dengan penampilan tarian seka bersama yang melibatkan prajurit TNI, pejabat pemerintah, dan warga. Gelak tawa dan senyum kebahagiaan terpancar dari seluruh peserta, menandakan eratnya hubungan persaudaraan di Bumi Cenderawasih. Semangat "Setengah Abad Mapuru Jaya" bukan hanya soal usia, tetapi juga tentang komitmen bersama untuk terus membangun daerah dengan penuh cinta dan kebersamaan.
What's Your Reaction?

