Dialog Garuda TV Papua Raya Soroti Keberlanjutan Hasil Pembangunan TMMD ke-130
Dialog Garuda TV Papua Raya Soroti Keberlanjutan Hasil Pembangunan TMMD ke-130
PAPUA, SENTANI — Keberlanjutan hasil pembangunan menjadi salah satu perhatian dalam Dialog Publik Garuda TV Papua Raya yang membahas pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun 2026 di Kabupaten Jayapura, Papua. Dialog tersebut berlangsung di Ruang Bupati Jayapura, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kamis (22/10/2026).
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari program Garuda Menyapa itu, para narasumber membahas pentingnya sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat untuk mempercepat pembangunan kampung. Pembahasan tidak hanya mencakup pelaksanaan kegiatan, tetapi juga bagaimana manfaat pembangunan dapat terus dirasakan masyarakat setelah program selesai.
Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., dan Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf. Tommy Yudistyo, S.Sos., M.Han., hadir sebagai narasumber bersama perwakilan masyarakat adat. Dialog diikuti sekitar 30 peserta, termasuk Ketua Persit KCK Cabang XVI Kodim 1701/Jayapura Ny. Nissa Tommy Yudistiyo, jajaran perwira Kodim, para Babinsa, Kepala Suku Dusun Mulia Yokimus Enembe, serta masyarakat Dusun Mulia dan Dusun Weri.
Pelaksanaan TMMD yang dibahas dalam dialog tersebut berlokasi di Kampung Sabron Sari, Dusun Mulia, Distrik Sentani Barat. Program ini mencakup pembangunan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, penyediaan sarana air, serta pengembangan lahan pertanian.
Selain itu, TMMD meliputi pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, dan pembagian sembako. Kegiatan nonfisik juga dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, wawasan kebangsaan, dan kesadaran masyarakat.
Beragam sasaran tersebut menunjukkan bahwa pembangunan melalui TMMD mencakup infrastruktur dan pelayanan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, tersedianya fasilitas tidak menjadi satu-satunya perhatian. Pemanfaatan dan pemeliharaan hasil pembangunan juga penting agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
Jalan, sarana air, rumah yang direhabilitasi, dan lahan pertanian memerlukan perhatian berkelanjutan. Oleh karena itu, koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan warga diperlukan tidak hanya ketika kegiatan berlangsung, tetapi juga setelah seluruh sasaran program selesai dilaksanakan.
Keterlibatan tokoh adat, termasuk Ondoafi, serta partisipasi aktif masyarakat diharapkan membantu membangun rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Dengan demikian, warga memiliki peran dalam menjaga manfaat program sesuai kebutuhan dan kondisi sosial setempat.
Melalui dialog publik ini, TMMD ke-130 di Kabupaten Jayapura diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor. Keberlanjutan menjadi bagian penting dari upaya mendukung pembangunan kampung yang memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (Humas/Red/Pendim1701)
What's Your Reaction?

