Bukan Sekadar Upacara, Pangdam XXIV/MT Duduk Bersama Rakyat Urumb, Makan Sepiring dalam Kehangatan
Bukan Sekadar Upacara, Pangdam XXIV/MT Duduk Bersama Rakyat Urumb, Makan Sepiring dalam Kehangatan
PAPUA SELATAN, MERAUKE — Suasana penuh keakraban mewarnai rangkaian Penutupan Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 Kodam XXIV/Mandala Trikora di Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (29/8/2026).
Usai upacara penutupan, Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., bersama jajaran pejabat utama Kodam XXIV/MT tidak langsung meninggalkan lokasi. Pangdam justru memilih duduk dan makan bersama masyarakat, menciptakan suasana hangat dan keceriaan tanpa sekat antara prajurit dan rakyat.
Momen sederhana tersebut sontak menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat. Pangdam terlihat berbaur bersama warga, berbincang santai dan menikmati hidangan yang disiapkan. Para pejabat utama Kodam XXIV/MT pun turut menyatu dalam suasana kekeluargaan tersebut.
Bagi Pangdam, kebersamaan seperti itu memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar makan bersama. Duduk bersama masyarakat menjadi ruang untuk mendengar langsung cerita, harapan dan kebutuhan warga.
“Bagi kami, masyarakat bukan hanya bagian dari wilayah tempat kami bertugas, tetapi keluarga yang harus kami jaga dan kami layani. Duduk bersama, makan bersama, dan berbicara bersama adalah cara sederhana untuk membangun kedekatan dan kepercayaan,” ujar Pangdam.
Menurutnya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak boleh hanya terlihat ketika melaksanakan tugas formal. Prajurit harus mampu hadir dalam berbagai suasana, mendengar dan memahami persoalan masyarakat sekaligus memberikan solusi sesuai kemampuan.
“Jangan ada jarak antara prajurit dan rakyat. Kalau kita dekat dengan masyarakat, kita akan lebih mudah mengetahui apa yang mereka butuhkan. Dari situlah pengabdian kita menjadi lebih nyata,” tegas Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia.
Pangdam menilai kebersamaan TNI dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun Papua Selatan. Karya Bakti yang telah dilaksanakan tidak hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga diharapkan memperkuat rasa persaudaraan dan gotong royong.
“Karya Bakti boleh selesai secara kegiatan, tetapi silaturahmi dan pengabdian kepada masyarakat harus terus berjalan. Apa yang sudah kita bangun mari kita jaga bersama, dan apa yang masih menjadi kesulitan masyarakat akan kita upayakan untuk menjadi perhatian,” katanya.
Momentum tersebut sekaligus menjadi cerminan semangat Karya Bakti TNI AD di Papua Selatan: hadir bersama rakyat, bekerja bersama rakyat dan memberikan manfaat untuk rakyat.
What's Your Reaction?

