Babinsa dan Basarnas Sisir Aliran Sungai Sepanjang 4 Kilometer Cari Korban Hanyut

Babinsa dan Basarnas Sisir Aliran Sungai Sepanjang 4 Kilometer Cari Korban Hanyut

Apr 23, 2026 - 13:59
 0  2
Babinsa dan Basarnas Sisir Aliran Sungai Sepanjang 4 Kilometer Cari Korban Hanyut

Keerom — Respons cepat aparat teritorial TNI kembali terlihat di wilayah perbatasan Papua. Babinsa Koramil 1701-06/Senggi bersama tim SAR dan masyarakat sigap melakukan pencarian terhadap korban yang terseret arus banjir di Kali Pas, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Senin (20/4/2026).

Tiga personel Babinsa, yakni Sertu Supriadi, Sertu Haris Halik, dan Kopda Lauren Wouw, turun langsung ke lokasi guna memperkuat operasi pencarian bersama tim Basarnas Jayapura serta warga setempat. Kolaborasi lintas unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi kemanusiaan dalam menghadapi situasi darurat di wilayah terpencil.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIT. Korban pertama, Hasriadi, dilaporkan hendak kembali dari area hutan Kali Pas menuju Kampung Senggi. Saat melintasi jembatan di aliran sungai tersebut, korban terpeleset dan terjatuh ke sungai dengan arus yang deras.

Melihat kejadian itu, seorang warga bernama Esron May berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya arus sungai justru menyeret keduanya hingga hanyut.

Seorang saksi mata, Ulla (27), warga asal Makassar, mengungkapkan bahwa debit air sungai meningkat drastis akibat luapan dari hulu, sehingga kondisi penyeberangan menjadi sangat berisiko bagi warga.

Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan metode penyisiran di sepanjang bantaran sungai. Tim gabungan yang terdiri dari enam personel SAR dan sekitar 30 warga menyisir aliran Kali Pas sejauh kurang lebih 4 kilometer dari titik awal kejadian hingga lokasi ditemukannya salah satu korban. Pencarian kemudian diperluas hingga ke arah muara dengan total jangkauan mencapai sekitar 10 kilometer.

“Hingga sore hari, satu korban atas nama Hasriadi telah ditemukan, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian. Upaya akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran,” ujar Sertu Supriadi di lokasi.

Sekitar pukul 17.00 WIT, operasi pencarian sementara dihentikan untuk evaluasi. Seluruh unsur kembali ke posko dan pencarian direncanakan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan dukungan dua unit perahu ketinting guna menjangkau area sungai yang lebih luas dan sulit diakses.

Keterlibatan aktif Babinsa dalam operasi ini menegaskan komitmen TNI AD, khususnya aparat kewilayahan, dalam membantu masyarakat, tidak hanya pada aspek pertahanan, tetapi juga dalam penanganan bencana serta misi kemanusiaan. Kehadiran Babinsa di tengah situasi darurat menjadi faktor penting dalam mempercepat respons serta memperkuat koordinasi lintas sektor di lapangan. (Redaksi Papua)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow