Sinergi Tiga Pilar Banjarnegara Amankan Mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat Candi 2026

Sinergi Tiga Pilar Banjarnegara Amankan Mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat Candi 2026

Mar 12, 2026 - 09:50
 0  4
Sinergi Tiga Pilar Banjarnegara Amankan Mudik Lebaran melalui Operasi Ketupat Candi 2026

Banjarnegara - Ratusan personel gabungan berdiri rapi mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Candi 2026” dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kamis (12/3/2026),

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana sebagai inspektur upacara. Hadir pula Komandan Kodim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd, serta Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., yang bersama-sama menjadi pembina apel sebagai wujud sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan selama masa mudik dan perayaan Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banjarnegara membacakan amanat Kapolri yang diawali dengan ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya apel gelar pasukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Apel gelar pasukan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat sinergisitas dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini turut memengaruhi berbagai sektor ekonomi, sehingga stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 146,4 juta orang atau sekitar 50 persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini sedikit menurun sekitar 1,43 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa jumlah pemudik yang terealisasi sering kali melebihi angka survei.

Berbagai stimulus kebijakan pemerintah juga diprediksi mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat, seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere yang memberikan fleksibilitas bagi pekerja.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran selama periode Lebaran, Polri bersama TNI dan berbagai stakeholder melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polri telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Selain pengamanan arus lalu lintas, perhatian juga diberikan pada pengamanan 185.607 objek vital yang meliputi masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.

Dalam amanatnya, Kapolri juga menekankan pentingnya pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas dan penyeberangan selama masa angkutan Lebaran 2026. SKB tersebut mengatur pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, penerapan sistem one way, contraflow, serta ganjil-genap, termasuk penundaan proyek konstruksi di jalur utama mudik.

Pengaturan lainnya mencakup manajemen penyeberangan laut melalui penerapan delaying system, buffer zone, dan sistem first come first in untuk menghindari penumpukan kendaraan di pelabuhan.

Selain kelancaran arus transportasi, stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok penting dan BBM juga menjadi fokus pengawasan. Seluruh personel diminta melakukan monitoring terhadap pasokan serta fluktuasi harga guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu.

Di akhir amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dari berbagai instansi yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026, mulai dari TNI-Polri, kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, hingga unsur pemerintah daerah dan relawan.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Tingkatkan terus soliditas dan sinergisitas agar kita dapat mewujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” demikian pesan Kapolri dalam amanat yang dibacakan Bupati Banjarnegara.

Apel gelar pasukan ini sekaligus menjadi penanda kesiapan Banjarnegara dalam menyambut arus mudik Lebaran, dengan harapan seluruh masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

wahyu Saya adalah IT dari javatech, saya seorang fullstack developer. Sekaligus saya adalah penanggung jawab dari PT JAVATECH DIGITAL GROUP