Pundak Pak Santo Kekuatan Gotong Royong di Balik Pembangunan Jalan TMMD
Pundak Pak Santo Kekuatan Gotong Royong di Balik Pembangunan Jalan TMMD
Banjarnegara - Di balik kokohnya pembangunan rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter dalam program TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, ada kerja keras warga yang tak pernah surut. Salah satunya adalah Pak Santo, yang dengan sigap memanggul sak-sak semen menuju lokasi pengecoran di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Selasa (28/07/2026).
Sejak pagi, Pak Santo tampak hilir mudik membawa semen dari titik penumpukan material menuju mesin molen. Beban puluhan kilogram di pundaknya tak menghalangi langkahnya. Baginya, setiap sak semen yang berhasil diantar menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian jalan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Di sekitar lokasi, anggota Satgas TMMD dan warga bekerja dalam irama yang sama. Ada yang mengoperasikan mesin molen, mengangkut adukan dengan angkong, meratakan beton, hingga menyiapkan material. Suasana gotong royong yang terjalin membuat pekerjaan berat terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama-sama.
Danramil 09/Susukan Kapten Inf Masrukin mengatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama keberhasilan TMMD. Menurutnya, keterlibatan warga seperti Pak Santo menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan hanya tugas TNI, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan desa.
Bagi Pak Santo, kelelahan yang dirasakan akan terbayar ketika jalan rabat beton selesai dibangun. Ia berharap akses yang lebih baik akan memudahkan anak-anak menuju sekolah, memperlancar hasil panen menuju pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Desa Gumelem Kulon.
Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa," TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara terus menghadirkan semangat kebersamaan di setiap sudut pekerjaan. Dari pundak Pak Santo yang memanggul semen hingga jalan beton yang perlahan membentang, tersimpan pesan bahwa kemajuan desa lahir dari kerja keras, kepedulian, dan gotong royong seluruh masyarakat.(Pendimbna).
What's Your Reaction?

