Pangdam XXIV/MT: Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung, Prajurit Satgas Pamtas Diminta Dekat dengan Rakyat
Pangdam XXIV/MT: Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung, Prajurit Satgas Pamtas Diminta Dekat dengan Rakyat
PAPUA SELATAN, MERAUKE — Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., meminta prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Kewilayahan Kodam XXIV/Mandala Trikora Yonif 516/Caraka Yodha mengedepankan pendekatan humanis serta menghormati adat istiadat dan kearifan lokal selama melaksanakan tugas di wilayah perbatasan.
Pesan tersebut disampaikan Pangdam saat memimpin Upacara Penerimaan dan Pelepasan Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Kodam XXIV/Mandala Trikora dari Yonif 123/Rajawali kepada Yonif 516/Caraka Yodha di Lapangan Makodam XXIV/Mandala Trikora, Sabtu (15/8/2026).
Pangdam menegaskan, tugas pengamanan perbatasan bukan semata-mata menjaga garis batas negara, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan membangun kepercayaan masyarakat di wilayah penugasan.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati adat istiadat dan kearifan lokal, bangun komunikasi serta hubungan yang baik dengan masyarakat. Jadilah prajurit yang mampu menjadi solusi bagi masyarakat, sekaligus tetap tegas dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara,” tegas Pangdam.
Menurutnya, setiap prajurit Satgas Pamtas merupakan representasi TNI Angkatan Darat sekaligus wajah Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan. Karena itu, seluruh personel dituntut menjaga sikap, perilaku dan kehormatan institusi selama menjalankan amanah negara.
Pangdam juga menekankan agar seluruh prajurit memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Ia mengingatkan personel untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun yang dapat mencederai kehormatan satuan maupun kepercayaan masyarakat.
“Jaga kehormatan satuan, jaga nama baik TNI, dan hindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat. Tingkatkan kewaspadaan, soliditas dan sinergi dengan seluruh unsur terkait, baik pemerintah daerah, aparat keamanan maupun masyarakat,” pesannya.
Selain pendekatan humanis, Pangdam meminta Satgas meningkatkan kemampuan deteksi dan cegah dini terhadap setiap potensi ancaman di wilayah perbatasan. Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif.
Kepada prajurit Yonif 123/Rajawali yang telah menyelesaikan penugasan, Pangdam menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, disiplin serta pengorbanan yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
“Berbagai dinamika dan tantangan di wilayah perbatasan telah dihadapi dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap pengalaman selama melaksanakan tugas dapat menjadi bekal berharga untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya,” ujar Pangdam.
Pangdam juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh prajurit Yonif 123/Rajawali yang telah menyelesaikan tugas dan berharap mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
“Selamat bertugas dan berkumpul kembali dengan keluarga,” ucapnya.
Sementara kepada Satgas Pamtas Yonif 516/Caraka Yodha, Pangdam berpesan agar amanah pengamanan perbatasan RI–PNG dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesional dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.
Pangdam optimistis, dengan disiplin, semangat juang dan jiwa korsa yang kuat, seluruh prajurit Yonif 516/Caraka Yodha mampu melaksanakan tugas dengan baik serta kembali dalam keadaan lengkap, aman dan selamat.
“Selamat bertugas, tetap semangat, tetap solid dan selalu dekat dengan rakyat. Jaga kehormatan satuan, jaga kepercayaan rakyat, dan jaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Pangdam.
Pergantian Satgas Pamtas tersebut menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian TNI AD dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Kehadiran prajurit diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mampu membangun kedekatan, komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat.
What's Your Reaction?

