Panen Raya Padi dan Ikan Lele Yonif TP 860/NSK, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan di Waropen
Panen Raya Padi dan Ikan Lele Yonif TP 860/NSK, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan di Waropen
PAPUA, WAROPEN — Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah Papua terus digelorakan. Kali ini, Yonif TP 860/NSK menggelar Panen Raya Padi dan Ikan Lele di lahan ketahanan pangan satuan, Kampung Baino Jaya SP IV, Distrik Oudate, Kabupaten Waropen, Papua, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.20 hingga 12.50 WIT tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung hasil kerja dan pengelolaan lahan pangan yang dikembangkan Yonif TP 860/NSK.
Panen raya ini dipimpin langsung Danyonif TP 860/NSK Letkol Inf Alfa Erydani, S.Hub.Int dan diikuti sekitar 50 orang. Sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait turut hadir, di antaranya Kapolres Waropen AKBP Tofan Irdiyanto, S.Sos, Pabung Kodim 1709/Yawa Mayor Inf Marsamuel Z Makanuay, Wakapolres Waropen Kompol Soeparmanto, SH, Kepala Dinas Pertanian Waropen Maxfelen Satia, S.Hut, M.Si, Kepala Dinas Perikanan Waropen Maria Ramandei, para perwira Yonif TP 860/NSK, serta Kepala Kampung Baino Jaya Joko Waitariri.
Dalam sambutan Bupati Waropen yang dibacakan Kepala Dinas Pertanian Waropen Maxfelen Satia, Pemerintah Kabupaten Waropen menyampaikan apresiasi terhadap langkah Yonif TP 860/NSK dalam mengembangkan lahan ketahanan pangan.
Menurutnya, panen padi dan ikan lele bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi bukti bahwa potensi daerah dapat dikembangkan apabila dikelola secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak.
“Yang menarik dari kegiatan ini bukan hanya hasil panen yang kita lihat pada hari ini, tetapi juga semangat untuk memanfaatkan potensi yang ada di sekitar kita.”
Waropen dinilai memiliki potensi besar di sektor pangan, mulai dari lahan pertanian, perikanan, hingga berbagai sumber pangan lokal. Karena itu, penguatan ketahanan pangan perlu dilakukan dengan memanfaatkan seluruh potensi tersebut secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Waropen juga menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, serta para petani dalam mengembangkan sektor pertanian dan perikanan.
Harapannya, hasil produksi tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Danyonif TP 860/NSK Letkol Inf Alfa Erydani mengatakan kegiatan panen raya tersebut merupakan salah satu wujud nyata dukungan satuannya terhadap program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga ketahanan dan stabilitas nasional,” ujar Alfa Erydani dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Yonif TP 860/NSK memiliki sembilan kompi, termasuk Kompi Pertanian dan Kompi Peternakan. Keberadaan kompi tersebut menjadi bagian dari upaya satuan untuk turut mengambil peran dalam mendukung program pemerintah, khususnya penguatan ketahanan pangan.
Menurutnya, tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, perkembangan teknologi, hingga dinamika perekonomian global membutuhkan kerja sama seluruh komponen bangsa.
“TNI, Polri, pemerintah daerah, para penyuluh pertanian, pelaku usaha, dan tentunya para petani serta masyarakat harus terus bersinergi,” katanya.
Ia menegaskan, Yonif TP 860/NSK akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah melalui semangat kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan peternakan serta prosesi panen padi. Para peserta juga melihat langsung hasil pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang dilakukan di lahan ketahanan pangan Yonif TP 860/NSK. Setelah prosesi panen, kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Prada Multazam, Ta Medis Yonif TP 860/NSK.
Kegiatan Panen Raya Padi dan Ikan Lele tersebut berakhir pada pukul 12.50 WIT dalam keadaan aman dan lancar. Panen perdana ini sekaligus menjadi simbol sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pangan di Kabupaten Waropen.
Dari lahan yang dikelola, hasil panen diharapkan tidak berhenti pada pencapaian produksi semata, tetapi menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Dari Waropen, semangat ketahanan pangan terus ditanam, dirawat, dan dipanen bersama.
What's Your Reaction?

