Mengukur Asa dari Pos Kamling Pak Wondo Ikut Wujudkan Semangat TMMD di Gumelem Kulon
Mengukur Asa dari Pos Kamling Pak Wondo Ikut Wujudkan Semangat TMMD di Gumelem Kulon
Banjarnegara - Di balik pembangunan fisik yang terus dikebut dalam program TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, terdapat kisah-kisah sederhana yang memperlihatkan eratnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Salah satunya tampak ketika Pak Wondo, warga Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, dengan telaten mengukur bangunan Pos Kamling menggunakan slang ukur bersama personel Satgas TMMD, Selasa (21/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan TMMD yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa."
Di bawah sinar matahari pagi, Pak Wondo memegang ujung slang ukur, sementara anggota Satgas memastikan setiap ukuran sesuai dengan rencana pembangunan. Sesekali mereka berdiskusi, saling memastikan ketepatan ukuran agar bangunan Pos Kamling berdiri kokoh dan rapi.
Bagi Pak Wondo, keterlibatannya bukan sekadar membantu pekerjaan pembangunan. Ia merasa bangga dapat menjadi bagian dari proses yang akan memberikan manfaat bagi seluruh warga. Pos Kamling yang dibangun nantinya akan menjadi pusat kegiatan ronda malam sekaligus simbol kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Suasana penuh keakraban terlihat selama proses pengukuran berlangsung. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Mereka bekerja berdampingan, saling membantu, bahkan sesekali diselingi canda yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Semangat gotong royong inilah yang menjadi roh utama pelaksanaan TMMD di Desa Gumelem Kulon.
Menurut anggota Satgas TMMD, ketelitian dalam setiap tahap pembangunan sangat penting agar hasil yang dicapai memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Karena itu, pengukuran dilakukan secara cermat sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Bagi masyarakat Dusun Kunir, pembangunan Pos Kamling memiliki arti yang besar. Selain menjadi sarana meningkatkan keamanan lingkungan, bangunan tersebut juga akan menjadi tempat berkumpul warga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Kehadirannya diharapkan mampu mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kembali budaya ronda yang menjadi ciri kehidupan masyarakat desa.
Program TMMD sendiri tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat membangun desa secara bersama-sama. Setiap warga diberi ruang untuk ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing, sehingga hasil pembangunan benar-benar menjadi milik bersama.
Melalui momen sederhana saat Pak Wondo mengukur Pos Kamling bersama Satgas TMMD, tergambar jelas bahwa pembangunan desa bukan hanya soal mendirikan bangunan, melainkan juga membangun rasa memiliki, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan harapan akan kehidupan desa yang lebih aman, nyaman, dan sejahtera. Inilah makna sesungguhnya dari tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa", di mana setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.(Pendimbna).
What's Your Reaction?

