Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berlangsung Aman dan Kondusif

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berlangsung Aman dan Kondusif

Aug 12, 2026 - 19:29
 0  2
Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Berlangsung Aman dan Kondusif

PAPUA PEGUNUNGAN, Tolikara, 12 Agustus 2026 — Pembukaan Festival Etnik Religi (FERT) Kabupaten Tolikara Tahun 2026 berlangsung aman, lancar, dan kondusif di Lapangan Pendidikan, Jalan Perintis, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (12/8/2026).

Festival yang mengusung tema “Merawat Budaya, Menguatkan Iman, Membangun Tolikara” tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., dan dihadiri sekitar 450 peserta dan undangan, termasuk unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar, pemuda, pelaku seni budaya, serta masyarakat.

Turut hadir Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga, Dansatgas Habema Brigjen TNI Persada Alam, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi, S.Sos., serta unsur TNI-Polri dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tolikara.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Panitia FERT, Direktur Bimas Kristen Kementerian Agama RI, serta Bupati Tolikara.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara Willem Wandik menegaskan bahwa festival tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat identitas budaya, nilai-nilai religi, kebersamaan, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Iman memberikan arah, sementara budaya memberikan akar,” ujar Willem Wandik.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan selama festival berlangsung. Menurutnya, keramahan masyarakat serta suasana yang aman menjadi bagian penting dalam membangun citra Tolikara sebagai daerah yang terbuka bagi masyarakat dan wisatawan.

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 turut menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Sebanyak 150 pelajar SD, SMP, dan SMA menampilkan pertunjukan kolosal ukulele, disusul tarian kolosal yang mengangkat sejarah masuknya Injil di Tolikara serta pertunjukan Lendawai, tradisi ratapan masyarakat setempat.

Selain pertunjukan budaya dan religi, festival yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 tersebut juga menghadirkan pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga dan peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib. Seluruh rangkaian pembukaan festival hingga selesai pada pukul 16.00 WIT berjalan tanpa adanya gangguan menonjol.

Dengan dukungan seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta masyarakat, pelaksanaan hari pertama FERT 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Festival ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Tolikara kepada masyarakat luas.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow