Festival Budaya Warna Alam Wiantre, Sinergi Lestarikan Kearifan Lokal

Festival Budaya Warna Alam Wiantre, Sinergi Lestarikan Kearifan Lokal

May 5, 2026 - 11:17
 0  2
Festival Budaya Warna Alam Wiantre, Sinergi Lestarikan Kearifan Lokal

PAPUA, Keerom – Komitmen pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Festival Budaya Warna Alam Wiantre yang digelar di Kampung Wiantre, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Sabtu (2/5/2026). Mengusung tema “Budaya Lestari, Ekonomi Kreatif Tumbuh, Keerom Maju”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mengangkat potensi lokal berbasis kearifan budaya.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Koramil 1701-23/Skanto yang dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Danramil Peltu Djulianto bersama jajaran Babinsa, sebagai wujud nyata peran TNI dalam mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat di wilayah binaan.

Festival ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Keerom Drs. H. Daud, M.Si., Kasubbag Umum Wahyu, S.Sos., M.Si., Anggota DPRD Tedi Suseno, SH., MH., perwakilan Kapolres Keerom Kabag Ops AKP Dr. Hendrik, S.Sos., SH., MH., Kapolsek Skanto AKP Bambang Irianto, Kepala Distrik Skanto Slamet Widodo, SH., serta tokoh agama Ustadz Maimun Soleh.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Keerom menegaskan bahwa Festival Warna Alam Wiantre memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Festival ini merupakan manifestasi nyata komitmen kita dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, sekaligus mendorong lahirnya kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sektor ekonomi kreatif berbasis budaya memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan terus dikembangkan sebagai ruang produktif bagi masyarakat untuk berkarya dan berinovasi.

Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya mencintai budaya lokal, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi karya bernilai ekonomi tanpa meninggalkan akar tradisi. “Dari kegiatan ini, kita harapkan lahir talenta-talenta kreatif yang mampu membawa nama Keerom ke tingkat yang lebih luas,” tambahnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam kegiatan ini menjadi indikator kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pelestarian budaya di Kabupaten Keerom.

Festival Warna Alam Wiantre diharapkan dapat menjadi agenda tahunan berkelanjutan yang tidak hanya memperkokoh jati diri masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Sementara itu, Plh Danramil 1701-23/Skanto Peltu Djulianto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah positif bagi masyarakat.

“Festival ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian kearifan lokal, tetapi juga mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami sangat mendukung setiap upaya yang mendorong kreativitas generasi muda serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.

Ia menegaskan, kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung pembangunan di bidang sosial dan budaya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga selain menjaga budaya, juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi Papua)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow