Dorongan Angkong Pratu Figo Semangat Prajurit Membangun Jalan Harapan di Gumelem Kulon
Dorongan Angkong Pratu Figo Semangat Prajurit Membangun Jalan Harapan di Gumelem Kulon
Banjarnegara - Sebuah angkong berisi campuran material tampak melaju perlahan di jalur pembangunan TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Di balik angkong yang sarat muatan itu, Pratu Figo, anggota Satgas TMMD dari Batalyon Infanteri 405/Suryakusuma, mendorong dengan penuh semangat menyusuri medan yang menanjak. Keringat yang membasahi seragam lorengnya menjadi bukti bahwa pengabdian kepada rakyat tidak selalu dilakukan dengan senjata, tetapi juga melalui kerja keras membangun desa, Kamis (16/07/2026).
Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata semangat "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa", tema yang diusung dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129. Di lokasi pembangunan, tidak hanya Pratu Figo yang bekerja keras. Puluhan anggota Satgas bersama masyarakat Desa Gumelem Kulon saling bahu-membahu mengangkut material, meratakan adonan beton, hingga menyiapkan berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur desa.
Bagi Pratu Figo, mendorong angkong yang penuh dengan pasir, batu, dan semen bukanlah pekerjaan ringan. Jalur yang belum sepenuhnya rata membuat setiap langkah membutuhkan tenaga ekstra. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Dengan senyum yang tetap menghiasi wajahnya, ia terus bolak-balik mengantarkan material demi mempercepat proses pembangunan.
"Kami datang ke sini untuk membantu masyarakat. Selama pekerjaan belum selesai, kami akan terus memberikan yang terbaik agar hasil pembangunan bisa segera dinikmati warga," ungkapnya di sela-sela aktivitas.
Kehadiran prajurit dari Batalyon Infanteri 405/Suryakusuma dalam Satgas TMMD menjadi kekuatan tambahan dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik. Bersama personel Kodim 0704/Banjarnegara dan warga setempat, mereka menyatu dalam semangat gotong royong yang menjadi ciri khas program TMMD.
Setiap hari, material bangunan harus dipindahkan dari titik penampungan menuju lokasi pekerjaan. Angkong menjadi salah satu alat sederhana yang memiliki peran besar dalam mendukung kelancaran pembangunan. Meski terlihat sederhana, pekerjaan mendorong angkong membutuhkan tenaga, ketelitian, dan kekompakan agar material dapat sampai ke lokasi dengan aman dan tepat waktu.
Suasana akrab begitu terasa di lokasi TMMD. Sesekali terdengar canda di antara prajurit dan warga saat beristirahat sejenak. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah terjalin selama pelaksanaan program.
Bagi masyarakat Desa Gumelem Kulon, kehadiran para prajurit membawa semangat baru. Mereka tidak hanya membantu membangun jalan dan infrastruktur lainnya, tetapi juga memberikan motivasi agar budaya gotong royong tetap terjaga. Warga pun dengan sukarela ikut mengangkut material, membersihkan lokasi, dan membantu setiap tahapan pekerjaan.
Melalui TMMD Reguler ke-129, pembangunan yang dilakukan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur desa, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat. Jalan yang sedang dibangun nantinya akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung aktivitas pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Di balik setiap dorongan angkong yang dilakukan Pratu Figo, tersimpan makna pengabdian yang mendalam. Langkah-langkah kecilnya membawa material yang kelak berubah menjadi jalan kokoh bagi masyarakat. Pekerjaan yang tampak sederhana itu menjadi bagian penting dari proses pembangunan yang akan memberikan manfaat jangka panjang.
TMMD kembali membuktikan bahwa membangun negeri dimulai dari desa. Dengan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat, setiap tantangan dapat dihadapi bersama. Angkong yang didorong Pratu Figo bukan sekadar alat pengangkut material, tetapi simbol kerja keras, pengorbanan, dan kepedulian dalam mewujudkan harapan masyarakat Desa Gumelem Kulon akan kehidupan yang lebih baik.
Di tengah panasnya matahari dan beratnya beban yang dipikul, semangat para prajurit tidak pernah surut. Sebab bagi mereka, setiap tetes keringat yang jatuh adalah bagian dari pengabdian kepada bangsa, sekaligus wujud nyata bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat untuk membangun negeri dari desa.(Pendimbna).
What's Your Reaction?

