Dandim Banjarnegara Hadiri Prosesi Sakral Pemotongan Rambut Gimbal di Dieng Culture Festival 2026

Dandim Banjarnegara Hadiri Prosesi Sakral Pemotongan Rambut Gimbal di Dieng Culture Festival 2026

Aug 29, 2026 - 13:21
 0  1
Dandim Banjarnegara Hadiri Prosesi Sakral Pemotongan Rambut Gimbal di Dieng Culture Festival 2026

Banjarnegara - Suasana sakral dan penuh khidmat menyelimuti Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, saat 13 anak bajang atau anak berambut gimbal menjalani prosesi ruwatan dan pemotongan rambut gimbal dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2026, Sabtu (29/8/2026).

 

Tradisi pemotongan rambut gimbal bukan sekadar rangkaian acara budaya. Bagi masyarakat Dieng, ritual tersebut merupakan bagian dari warisan tradisi yang telah dijaga secara turun-temurun. Prosesi ruwatan menjadi simbol doa dan harapan agar anak-anak yang mengikuti ritual dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.

 

Momen budaya tersebut turut dihadiri Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Dieng dan Kabupaten Banjarnegara.

 

Sebanyak 13 anak bajang menjadi pusat perhatian. Dengan mengenakan pakaian tradisional, mereka mengikuti setiap tahapan prosesi dengan didampingi keluarga. Suasana semakin khidmat ketika doa dan rangkaian ruwatan dilaksanakan sebelum rambut gimbal mereka dipotong.

 

Bagi keluarga, hari tersebut bukan hanya tentang memotong rambut. Ada harapan besar yang dititipkan melalui prosesi adat tersebut. Rambut gimbal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan anak-anak tersebut akhirnya dipotong melalui ritual yang sarat dengan nilai budaya dan spiritual.

 

Rangkaian prosesi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang hadir dalam DCF 2026. Tradisi lokal yang diwariskan para leluhur tersebut mampu mempertemukan budaya, pariwisata, serta kehidupan masyarakat dalam satu perhelatan yang penuh warna.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana serta Deputi Pengembangan Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap pelaksanaan Dieng Culture Festival sebagai salah satu agenda budaya dan pariwisata di Banjarnegara.

 

Dieng Culture Festival sendiri tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan keindahan alam Dieng. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal kepada masyarakat luas.

 

Prosesi pemotongan rambut gimbal menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan. Di balik kemeriahan festival, tersimpan pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dapat dikenalkan kepada generasi berikutnya.

 

Kehadiran Dandim 0704/Banjarnegara bersama jajaran pemerintah daerah dalam prosesi tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi dalam menjaga dan mendukung kegiatan masyarakat. Pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, sehingga tradisi tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi terus hidup di tengah perkembangan zaman.

 

Di tengah suasana Dieng yang sejuk, prosesi pemotongan rambut gimbal berlangsung dengan penuh makna. Satu per satu anak mengikuti ritual, sementara keluarga dan masyarakat menyaksikan dengan penuh harap.

 

Rambut gimbal yang dipotong bukan sekadar helaian rambut. Bagi masyarakat Dieng, ia menjadi bagian dari tradisi yang mengandung nilai sejarah, doa, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

 

Dari Kompleks Candi Arjuna Dieng, tradisi itu kembali menemukan ruang untuk hidup dan dikenalkan kepada dunia. DCF 2026 bukan hanya tentang festival, tetapi tentang bagaimana sebuah tradisi tetap dijaga, dirawat, dan diwariskan sebagai identitas masyarakat Dieng dan kekayaan budaya Indonesia.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

wahyu Saya adalah IT dari javatech, saya seorang fullstack developer. Sekaligus saya adalah penanggung jawab dari PT JAVATECH DIGITAL GROUP