Dampingi Pangdam Dandim 1701/Jayapura Pastikan Kesiapan Lahan Cetak Sawah di Perbatasan Keerom
Dampingi PangdamDandim 1701/Jayapura Pastikan Kesiapan Lahan Cetak Sawah di Perbatasan Keerom
Keerom – TNI Angkatan Darat terus mempercepat realisasi program ketahanan pangan nasional di wilayah Papua. Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, didampingi Dandim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Taufik Hidayat, meninjau langsung lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Woslay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan pembangunan sektor pertanian di wilayah perbatasan berjalan sesuai target. Fokus utama peninjauan adalah pengecekan patok batas lahan sawah yang akan menjadi kawasan persawahan produktif.
Turut hadir dalam rombongan, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi, para Asisten Kasdam XVII/Cenderawasih, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, serta didampingi Danramil 1701-06/Senggi, anggota Polsek dan warga masyarakat pemilik hak ulayat.
Dalam keterangannya, Dandim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Taufik Hidayat, menegaskan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat lokal, terutama pemilik hak ulayat. Dalam peninjauan tersebut, TNI menggandeng langsung pemilik lahan, Ayyup Mangul dan Patras Kelfi, serta kepala kampung setempat.
"Kami meninjau titik-titik patok batas bersama pemilik ulayat. Kehadiran para tokoh adat ini membuktikan adanya sinergi dan dukungan penuh masyarakat terhadap program Cetak Sawah Rakyat di Senggi," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif pemilik lahan menjadi kunci agar program ini tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga diterima secara sosial oleh warga Papua.
Langkah konkret ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Kabupaten Keerom sebagai salah satu lumbung pangan utama di Bumi Cenderawasih. Kodim 1701/Jayapura berkomitmen melakukan pengawalan ketat mulai dari pembukaan lahan hingga masa panen.
“Kami ingin memastikan Kabupaten Keerom siap mendukung swasembada pangan nasional. Kodim akan terus melakukan pendampingan, mulai dari penyiapan lahan, infrastruktur, hingga tahap produksi,” tambah Dandim.
Program Cetak Sawah Rakyat di Keerom diharapkan menjadi prototipe pengembangan pertanian berbasis masyarakat di Papua. Kolaborasi antara TNI, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah diharapkan mampu menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan di wilayah timur Indonesia.
"Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan stok pangan daerah, tetapi juga secara langsung mendongkrak kesejahteraan ekonomi warga Distrik Senggi melalui pengelolaan pertanian yang modern dan terintegrasi," tutup Kolonel Taufik. (Redaksi Papua)
What's Your Reaction?

