HALAL HARAM BUNGA BANK DAN BEKERJA DI BANK

Sebelum bicara halal haram bunga bank maka kita harus sepakat dulu bahwa Riba adalah Haram, yg menjadi permasalahan adalah apakah bunga bank termasuk Riba?

Pendapat pertama mengatakan bahwa bunga bank itu haram karena masuk dalam riba dengan semua dalil dan argumentasinya

Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa bunga bank masih diperbolehkan karena sampai dengan saat ini kita masih belum memiliki system yang bisa mengantikan Perbankan. Lihat referensi berikut

Halal atau

Haram atau

Halal atau

Haram hahahhaha saya tidak akan membahas lebih rinci dalil dalilnya karena hanya akan menimbulkan pertentangan yg tidak perlu “baca dongeng si GAJAH

Karena ada yg berpendapat haram dan ada yg berpendapat membolehkan maka menurut profesor quraish shihab ini dianggap sesuatu yang tidak jelas Syubhat, nah kemudian bagaimanakah hukumnya barang yg syubhat, masih menurut beliau hukumnya sebaiknya kalau bisa dihindari.

Kembali lagi sebenarnya apa yg dimaksud kita masih belum memiliki system seperti perbankan, kan ada bank syariah, untuk mejawab pertanyaan tersebut kita perlu tahu bagaimana sebuah bank dikelola, Bank bertugas sebagai mediator yaitu mengumpulkan uang dari mereka yg kelebihan kemudian meminjamkan kepada mereka yg kekurangan dengan imbalan tertentu, nah system perbankan tidak berhenti sampai disitu, ada kalanya perbankan mengumpulkan banyak uang dan dia tidak bisa menyalurkannya, lantas mau dikemanakan uang tersebut padahal bank tersebut harus membayar bunga simpanan atau bagi hasil kelau perbankan syariah, dan ada juga bank yang sebaliknya dia bisa memberikan kredit tapi tidak bisa mengumpukan uang dari mana dia mendapatkan uang untuk memenuhi permintaan kredit tersebut, disinilah ada yg namanya money market, money market adalah tempat dimana antar lembaga keuangan bisa meminjam atau memberi pinjaman uang dalam jangka pendek bahkan jangka harian dengan bunga tertentu, money market ini tidak terbatas lokal akan tetapi sudah terhubung dengan dunia international sehingga yang namanya bunga tidak bisa dihindari, ini kta baru bicara soal money market belum ngomong soal hedging, repo reserve, obligasi, saham dll bahkan termasuk asuransi.

Bank syariah pun untuk saat ini masih hanya sayriah didalam akad dengan nasabah, yg membedakan hanya ijab qobulnya akan tetapi untuk semua perhitungan system, money market hedging dll bank syariah masih belum bisa lepas dari system yg katanya sebagian orang dianggap Riba.

Lantas bagaimana kalau misalnya semua orang indonesia menarik dananya dari perbankan menyimpannya dalam bentuk tunai atau di Bank syariah, yang akan terjadi adalah banyak Bank yg akan Kolaps, apabila bank kolaps maka kepercayaan masyarakat akan hilany yg akan terjadi adalah sama persis dengan tahun 1998 bank akan dilikuidasi, banyak pabrik tutup, banyak lapangan pekerjaan hilang, ekonomi akan hancur, itulah sebabnya kenapa ketika ada Isyu soal penarikan dana dari perbankan aparat bertindak dengan cepat

Itulah sebabnya kenapa Muhammadiyah meminta untuk mengkaji dampak lebih jauh yg akan ditimbulkan dari Fatwa Halal Haram Bunga Bank

Pertanyaannya kemudian apakah sebaiknya orang awam meminjam di Bank atau tidak?

Ditimeline medsos saya pernah ada filler video menceritakan bagaimana orang yg sudah tua renta mengayuh sepeda puluhan kilometer untuk mengambil uang pensiunan yg tinggal sedikit karena terpotong hutang di bank, pinjaman tersebut digunakan untuk biaya kuliah cucunya akan tetapi ybs harus meangsur dalam jumlah yang besar sampai batas waktu yg lama, hmmm kasihan sekali melihatnya sangat miris.

Sebelum membahas sang nenek mari kita bicara dulu soal hutang.

Kalau anda seorang pengusaha dan anda membutuhkan modal untuk perdagangan atau usaha anda maka jawaban saya ya, anda bisa berhutang, misalnya anda hutang 100 juta untuk beli bahan baku yg akan anda jual atau laku tidak lebih dari satu minggu maka anda hanya akan membayar ke bank sebesar 0.26% selama satu minggu sedangkan untung yang anda dapatkan dalam satu minggu antara 20% sampai dengan 30% itulah sebabnya kenapa orang-orang pengusaha hutangnya banyak akan tetapi mereka tambah kaya, dan jangan khawatir bermasalah, rasio kredit modal kerja bermasalah di perbankan dibawah 5% artinya dari 100 orang yg berhutang untuk modal usaha di perbankan 95% lebih mereka mendapatkan keuntungan yg berlipat ganda sedangkan kurang dari 5% mengalami permasalahan, mereka mengalami permasalahan pun sekali lagi bukan karena faktor bunga bank akan tetapi karena faktor resiko bisnis dan penyalah gunaan dana pinjaman yg seharusnya untuk usaha digunakan untuk konsumsi (gaya hidup). Apakah selain berhutang kepada bank ada solusi lain, jawbannya ada. Anda bisa membayar tempo kepada suplayer anda jangka waktu 1 sampai dengan 3 bulan akan tetapi dengan harga yg berbeda itupun kalau anda dipercaya, berapa selisih hargbnya antara 5-10% jika dibandingkan dengan bayar cash tergantung berapa dia memberikan, nah dalam hal inipun sebenarnya saya masih bertanya2 sebenarnya mana yg riba? Bayar tempo atau hutang bank, karena salah satu ciri riba adalah memberatkan salah satu fihak nah dalam hal ini kalau kita bayar tempo ternyata lebih memberatkan daripada bunga Bank.

Pensiunan atau pegawai berhutang untuk pendidikan?

Kembali lagi kepada cerita sang nenek kalau anda hanya seorang pensiunan atau pegawai apakah harus berhutang atau tidak?

Pada saat cucu sang nenek membutuhkan biaya untuk kuliah tidak ada yg bisa membantu tidak mereka yg berkoar-koar menentang riba bunga bank, tidak juga mereka yg katanya memperjuangkan syariah, mereka hanya bisa berargumentasi tanpa memberikan solusi satu-satunya harapan ya berhutang di bank yg ada hanya gaji pensiunan nenek yg tidak seberapa, pilihannya cukup sulit berhutang atau tidak, dengan resiko apabila tidak berhutang maka masa depan sang cucu yang akan dikorbankan. Akhirnya dengan berat hati sang nenek terpaksa berhutang untuk membiayai kuliah si cucu, dengan harapan bahwa nantinya sang cucu akan jadi orang yg hebat.

Kemudian apakah yg akan terjadi apabila sang nenek tetap tidak mau berhutang, apabila tidak berhutang maka sekolah akan terputus dan masa depan si cucu tentunya tidak sebaik ketika dia bersekolah, nah dalam kasus seperti ini kita harus memahami bahwa mereka melakukan memang karena terpaksa tidak ada pilihan tidak ada pejuang syariah yg membantu, dan perjalanan jauh kebank untuk ambil uang yg tidak seberapa jangan dimaknai sebagai orang yg menjadi korban bunga bank, akan tetapi maknailah bahwa dia sedang berikhtiar untuk masa depan cucunya yg lebih baik.

Bagaiman dengan Bank syariah, well apabila si nenek berhutang di bank syariah tentunya halal akadnya akan tetapi angsuran akan jauh lebih mahal, kenapa bank syariah lebih mahal karena bank syariah masih belum bisa mengumpulkan dana murah dimasyarakat sehingga apabila jualan di harga murah ya akan rugi berbeda dengan bank konvesional, kemudian saya bertanya-tanya lagi kalau ternyata bank syariah lebih memberatkan daripada bank konvesional sebenarnya bank syariah kita ini halal apa haram?

Pensiunan atau pegawai hutang untuk beli rumah?

Kemudian bagaimana casenya apabila pegawai berhutang untuk beli rumah, well dalam hal ini keputusan ada sama anda sendiri ini bukan pilihan yg sulit anda bisa berhutang selama 10 tahun dengan bunga 10% artinya adalam 10 tahun kewajiban anda sebesar 2 kali lipat atau anda menabung gaji selama sepuluh tahun dengan taruhan harga properti dalam 10 tahun bisa naik lebih dari 100% bahkan bisa sampai 200% atau 300% pilihannya cukup sederhana

Hutang untuk gaya hidup

Pegawai hutang untuk gaya hidup, beli mobil motor hp dll, nah kalau ini gak usah pakai dalil-dalilan saya pun dengan tegas mengatakan bahwa anda haram berhutang untuk hal-hal yg beginian.

BAGAIMANA KALAU BEKERJA DI BANK? RESIGN ATAU TIDAK?

Tak Bold gede-gede karena banyak fenomena orang yg resah dengan pekerjaannya sehingga tidak fokus dalam bekerja bahkan kadang kemudian memutuskan dengan pertimbangan yg emosional

Untuk pegawai bank, bagaimanakah hukumnya, apakah harus resign atau tidak.

Well sebelum anda memutuskan perlu dipertimbangkan bahwa keputusan yg diambil tidak emosional, bagaimana caranya?

Kembali lagi saya akan jelaskan tentang kebutuhan dasar manusia, manusia memiliki kebutuhan dasar yg harus dipenuhi (perimer) sandang pangan papan, kebutuhan sekunder pendidikan kesehatan dll, kebutuhan tersier (aktualisasi diri) ketika anda kerja di perbankan kebutuhan dasar anda terpenuhi gaji lumayan pendidikan ok kesehatan jelas, rekreasi bisa anda tingggal memikirkan kebutuhan aktualisasi diri nah disinilah kadang orang merasa kurang waktu dengan keluarga kurang khusyu ibadahnya dll, ketika ada ceramah tentang riba anda takut setengah mati nah saran saya apabila diluar gaji perbankan anda sudah memiliki usaha yg bisa memenuhi kebutuhan perimer dan sekunder anda maka saya sarankan segera resign gak usah pakai dalil dalail anda akan jauh lebih berkembang dan bermanfaat didalam usaha tersebut karena anda seorang banker tahu bagaimana usaha dijalankan akan tetapi ketika diluar gaji anda masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder yg ada hanya usaha yg sifatnya spekulatif maka resiko yg akan anda hadapi setelah resign adalah setiap hari anda tidak akan disibukkan dengan urusan akhirat akan tetapi setiap hari anda akan disibukkan dengan urusan dunia bagaimana caranya cari uang untuk memenuhi kebutuhan makan, pendidikan anak-anak dan kebutuhan dasar lainnya, karena kebutuhan tersebut sifatnya wajib dipenuhi bagaimana pun caranya tidak bisa ditunda itulah sebabnya miskin itu mendekatkan kepada kekufuran, dan apabila ternyata setelah resign anda menjadi pecundang didalam mencari nafkah maka saya akan bertanya kepada anda lagi manakah dosa yg lebih besar bekerja di bank sementara sebagian ulama masih membolehkan ataukah menerlantarkan anak istri dan mengorbankan masa depan anak anda? Pilihan tentunya pada anda.

Ah tapikan rizky kan yang mengatur alloh nanti pasti dijamin oleh alloh, semua orang paham bahwa rezky jodoh dll yg mengatur allloh bahkan satu lembar daun jatuhpun tidak akan bisa tanpa seijinNYA akan tetapi tidak semua paham bagaimana alloh mengatur itu semua mkn lain kali akan ditulis bagaimana caranya tuhan mengatur dunia dan seisinya yg jelas bukan kun fayakun walapun alloh bisa dengan mudah menetapkan kun fayakun akan tetapi rizky datangnya bukan dengan cara kun fayakun semua ada prosesnya, nah didalam proses inilah tidak melihat orang yg soleh kafir dll karena alloh maha pengasib bahkan orang yg kita anggap alim pun setiap hari beribadah khusya dalam urusan rizky bisa menjadi pecundang dan sebaliknya orang yg kafir dalam urusan rizky bisa menjadi pemenang, bukan karena ujin bukan juga karena berkah akan tatepi karena ada yg memahami dan ada yg tidak bagaimana cara tuhan menurunakn rizky-nya.

wah ok deh misalnya gak jadi resign karena takut gak bisa cari duit, tapi masih ragu2 maka saran saya segera resign dengan anda bekerja ragu2 tidak sepenuh hati maka pekerjaan anda tidak maksimal sedangkan gaji anda tetap setiap bulannya maka uang yg anda terima termasuk haram, karena menerima gaji yg tidak seharusnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *