SAYA PRABOWO

Anugrah negara Demokrasi adalah kita memiliki kehendak bebas untuk mendukung siapa yg kita suka tanpa ada tekanan.

Pada pemilu 2014 saya salah satu dari sekian juta rakyat mendukung prabowo, kenapa saya pilih prabowo ya karena dia memposisikan sebagai pembela orang muslim, saya lahir di keluarga yg religius, ibu dan semua saudara famili mereka 100% bersama prabowo,bahkan ketika orba kita termasuk segelintir orang yang setia dengan parta ka’bah Partai Persatuan Pembangunan.

Kita tentunya tidak ingin negara ini dipimpin oleh orang yg tidak berpihak kepada umat muslim, sudah lama umat muslim terpinggirkan dinegri yang justru mayoritas beragama islam ini.

Kekalahan prabowo di pemilu 2014 tentunya membuat banyak pendukungnya kecewa termasuk saya, akan tetapi saya sangat terkesan dengan bagaimana negara amerika melaksanakan pemilihan dijaman obama dan hillary clinton, sebelum pemilihan bagaimana luarbiasa perseteruan namun ketika pemilihan selesai yg kalah dengan besar hati mengucapkan selamat mereka bersatu rakyatnya bahu membahu membanguan negrinya.

Ini tidak terjadi di negara indonesia, jujur saja menurut saya indonesia masih belum siap berdemokrasi orang indonesia hanya siap menang masih belum siap kalah sehingga setiap pemilihan akan menyisakan bibit-bibit konflik karena ada pihak yg tidak terima kalah di medan pertempuran demokrasi dan masih berlanjut di parlemen saling menjegal kebijakan bahkan pendukung di grassroot masih terus bertengkar, sangat ironis.

Kembali kepada dukungan saya kepada Prabowo, saya mencoba untuk bersikap dewasa dengan menerima apapun hasil demokrasi, siapapun yg menang merekalah pemimpin kita yg harus didukung walaupun kita tidak suka, sampai suatu ketika pada saat titik balik ada ramai gonjang-ganjing pembubaran petral, petral adalah broker minyak bersubsidi yg dibeli oleh pertamina, harga minyak tidak pernah transparan selalu ada komponen harga ditambah alfa yg tidak pernah bisa dijelaskan, akan tetapi sejak orba kebijakan mengharuskan pertamina untuk membeli minyak dari petral.

didalam hati saya berkata tidak akan mungkin seorang jokowi akan membubarkan petral kenapa?

Pertama dijaman Sby Dahlan iskan ingin membubarkan petral akan tetapi tidak bisa, bahkan dahlan iskan bilang petral dilindungi oleh langit ke 7

https://economy.okezone.com/read/2014/12/24/19/1083548/faisal-basri-petral-dilindungi-langit-ketujuh. dinegri ini siapa yg lebih hebat dari seorang mentri, anda bisa tebak sendiri

Kedua Petral memberikan harga minyak yg tidak transparan, tentunya dengan belanja BBM subsidi trilyunan setiap tahunnya maka keuntungan petral tidak akan terbayangkan, petral memang sumber laba yg tak terbatas, pertanyaanya kemanakah laba ini mengalir?

Pendapat saya pribadi sebenarnya tidak sulit untuk membubarkan petral hanya butuh niat seorang presiden dan butuh keikhlasan untuk kehilangan sumber dana itu saja.

Dan sejak tahun 2016 Petral resmi dibubarkan, setelah dibubarkan pertamina bisa menghemat sebesar 21 trilyun sejak januari sd september 2016

https://bisnis.tempo.co/read/817416/petral-dibubarkan-pertamina-hemat-rp-21-triliun

Pertanyaannya setelah petral bubar dalam 11 bulan pertamina bisa hemat 21 Trilyun, nah selama 10 tahun ini katakanlah dikali 10 berarti 210 Trilyun lari kemana uangnya? Yah ini sih itung2ang orang bodoh tentunya efisiensi ada dibanyak sektor tapi paling tidak ini bisa memberikan gambaran yg luarbiasa kenapa kok petral itu susah dibubarkan.

dari sinilah mulai timbul keyakinan bahwa presiden saat ini memang tidak ada kepentingan apapun, dia bukan dari orba, tidak memiliki partai yg tentunya tidak akan bingung bagaimana membesarkan partainya sendiri, sejarah mengajarkan bagaiman kader partai “yang itu” mencari sumber dana dan akhirnya terjerat kasus korupsi.

Setelah kasus petral menyusul Freeport, sejak jaman orba kita tentu heran kok bisa bisanya negara mau kerjasama dengan freeport dan dikasih royalti cuma 1%, bagi orang awam tentunya akan menyalahkan freeport dan mengutuk amerika, tapi bagi sebagian orang tentunya akan bertanya lagi, yakin 1%, itukan yg resminya saja yg masuk negara, yg masuk pribadi ada gak? Semua bisa diatur tidak apa-apa negara dapat 1%. Bapak happy, kita ikut happy. Kumpul-kumpul, kita golf, kita beli private jet yang bagus dan representatif.

Tentunya kita tidak tahu pasti akan tetapi bagi orang yg berfikir timbul pertanyaan seperti itu wajar sehingga menyikapi perihal freeport ya biasa-biasa saja cuma ketawa dan meringis saja. Dan sekarang Feeport dipaksa untuk divestasi saham 51% dengan harga dasar tanpa menghitung cadangan tembaga dan emas, apabila saham ini sudah dimiliki dijual lagi kebursa saham harganya akan naik 4 kali lipat karena ketika dijual di bursa cadangan deposit ikut dihitung.

Ok fine saya bisa terima presiden sekarang orangnya bersih anggap saja tidak punya kepentingan membesarkan partai atau memperkaya dirisendiri, terus bagaimana kinerjanya, hmmm kalau kita mau obyektif ada indikator yg sederhana.

Pertama pembangunan infrastruktur, jalan-jalan yg dibanguan jembatan jalurkereta api dalam 3 tahun jauh melebihi presiden yg sebelumnya berkuasa selama 10 tahun, melihat pesatnya pembangunan dalam 3 tahun terakhir ini saya jadi bertanya presiden yg lalu ngapain saja, membangun apa saja, 2 periode, 10 tahun satu dekade yg terbuang sia sia, oklah saya tidak akan berprasangka buruk saya akan bertanya apa karya monumental presiden sebelumnya selama dia berkuasa selama 10 tahun? Top off mind pikiran saya adalah album rekaman, pembangunan kira-kira apa yg dibangun sampai sekarang saya masih berfikir, oh iya satulagi karya monumental “Hambalang”

Kedua Swasembada beras!! dalam 2 tahun indonesia berhasil swasembada beras https://nasional.tempo.co/read/835391/indonesia-kembali-swasembada-berasindonesia berhasil swasembada beras sejak jaman orba, bagaimana bisa dalam 2 tahun, sebenarnya sangat mudah seperti minyak beras juga sumber uang yang sangat besar sehingga banyak mafia rente yg bermain didalamnya, karena ada sumber uang maka beras ini semacam dilakukan pembiaran agar pundi-pundi terus mengalir jadi jangan heran kalau ada partai yg mengincar posisi mentri pertanian, mungkin maksudnya untuk memperbaiki carut marut pertanian di negri ini tapi sampai akhir periode ybs menjabat indonesia masih saja import beras.

Ketiga kebakaran Hutan!!! Ahhh…. ini adalah tahun kedua hutan indonesai tidak terbakar, http://nasional.kompas.com/read/2017/11/23/09574481/malaysia-bebas-jerebu-pm-najib-berterima-kasih-kepada-jokowilha kok bisa masalah selama bertahun-tahun langganan selesai hanya dalam satu tahun. Didalam kebakaran hutan tentunya di ikuti dengan putusan Bencana Nasional, https://www.cnnindonesia.com/nasional/20151026123359-32-87346/dpr-terus-dorong-kebakaran-hutan-jadi-bencana-nasional, ini juga http://nasional.kompas.com/read/2015/09/10/11062001/Pimpinan.DPR.Kebakaran.Hutan.Harus.Jadi.Bencana.Nasional ,apabila sudah ada bencana nasional maka dengan mudah APBN trilyunan akan mengalir untuk mengatasi kebakaran hutan http://gagasanriau.com/mobile/detailberita/35386/fitra-rentan-korupsi-ratusan-miliar-dana-bencana-asap-riau-tidak-diaudit bagaimana bisa selesai dalam satu tahun, cukup sederhana bilang saja tidak akan ada putusan bencana nasional tidak akan ada satu rupiahpun yg mengalir untuk bencana nasional dan perusahaan apapun yg terlibat pembakaran hutan maka akan ditutup, case closed.

Itu hanya sedikit gambaran bagaimana selama ini negri ini dijadikan bancaan.

Tiga contoh diatas hanyalah indikator sederhana tentunya ada banyak sekali indikator-indikator lain seperti sekarang kita sudah surplus listrik tidak ada lagi pemadaman diluar pulau, bahwa negara ini sudah on the track mulai dari infra struktur, investasi dll, dengan membuka pikiran tentunya kita akan lebih terbuka menerima informasi dan ide-ide yg mungkin berbeda dengan kita, ada satu referensi buku yg bagus untuk dibaca berjudul cintaku negriku saya dulu beli di gramedia entah skr masih terbit atau tidak tapi sepertinya bisa dipesan langsung ke pengarangnya erizeli bandaro disitu bercerita banyak bagaimana negri ini sedang dibangun dengan kerja keras dan keringat yg luar biasa.

hutang? Hmmm saya tidak akan banyak bercerita soal hutang bagi orang awam ada 2 jenis hutang yaitu hutang untuk konsumsi (subsidi BBM) dan hutang untuk investasi (pembangunan) hutang untuk konsumsi (subsidi bbm) tidak akan memperbaiki ekonomi hanya akan menjadi beban dimasa yg akan datang itulah sebabnya kenapa 10 tahun ini hutang meningkat tapi minim pembangunan sedangkan hutang untuk investasi tidak usah khawatir berapun hutangnya bisa dibayar kembali dengan hasil dari investasi tanpa membebani rakyat.

Akan tetapi yg sangat memprihatinkan adalah rakyat negri ini tidak mau melihat kedepan, akan dibawa kemana negri ini, ditengah gegap gempita pembangunan dan kemajuan negri ini ada banyak orang yg masih mempermasalahkan isu yg tidak produktif, bahakan cenderung ke arah fitnah seperti presiden PKI, China, Kafir, dll mereka membuat gaduh, saling bertengkar, kalau begini terus kapan negri ini bisa maju.

catatan : sampai detik ini dikeluarga besar saya semua masih setia dengan Prabowo kecuali 1 orang

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *