Bagaimana Perpecahan Dimulai

foto : tempo 50 rumah warga syiah dibakar

Pagi ini ada sebuah artikel yang menarik di timeline saya, dari situs syiahindonesia.com

http://www.syiahindonesia.com/2014/10/emilia-renita-tuhan-kita-bukan-tuhannya.html

menarik bukan judulnya, karena artikel tersebut sangat luar biasa judulnya maka akan coba saya bahas menurut pengetahuan saya, saya adalah muslim sunni,  ya saya baru sadar kalau saya adalah sunni sebelumnya yg saya tahu adalah NU dan muhammadiyah itu saja saya dibesarkan dilingkungan NU ibu muhammadiyah dan ayah seorang NU jadi tidak ada yg aneh semua baik baik saja sampai suatu ketika negara api menyerang semuanya jadi berubah,

Di Era SBY ramai pemberitaan soal syiah sampai di usir bahkan sampai ada korban, nih link beritanya masih ada ==>

https://nasional.tempo.co/read/425640/kontras-sekitar-50-rumah-warga-syiah-dibakar

karena saya bukan type orang yg samina waatona, “kami mendengar dan kami taat”  saya selau berusaha mencari tahu dari sumber yg berbeda termasuk sumber yg bertolak belakangpun sering dijadikan referensi agar dapat kesimpulan yg obyektif.

Setelah pencarian dari berbagai refferensi baru paham apa itu sunni dan apa itu syiah, barulah sadar kalau ternyata saya termasuk aliran sunni perbedaan suni dan syiah hanya terletak pada masalah kepemimpinan siapa sebenarnya yg paling berhak meneruskan khilafah ketika nabi muhammad meninggal, bahkan karenamerasa paling berhak mereka saling bunuh satu sama lain, selanjutnya tidak ada perbedaan yg significant kitabnya tetap alquran tuhannya tetap alloh mkn ada sedikit perbedaan di penafsiran hadist dan tentunya dalam batas yg wajar, bahkan diluar negeri perbedaan sunni syiah disikapi dengan hal yg sangat wajar mereka ada yg berkeluarga juga dan menghasilkan keturunan sushi hmmm yummy…

 

Tapi entah kenapa di indonesia pemberitaan sangat parno, luar biasa pemberitaan tentang syiah sehingga sampai terjadi tragedi berdarah.

Kembali kepada timeline saya setelah membaca berita tersebut kemudian saya stalking account emilia renita sampai tahun 2014, inilah hebatnya jaman teknologi kita bisa mundur sampai 3 tahun kebelakang dan ternyata yg saya temukan adalah bahwa berita itu adalah fitnah

Berita bohong atau fitnah yg diulang2 akan menjadi kebenaran dan benarlah kalau dilihat dari comment di berita tersebut ada yg mengamini ada yg membenarkan ada yg langsung menhujat dan ada juga yg menasehati, saya masih penasaran siapa yg bikin berita tersebut dan ternyata domain tersebut atas nama

Domain Name: SYIAHINDONESIA.COM
Registry Domain ID: 1547953886_DOMAIN_COM-VRSN
Registrar WHOIS Server: whois.resellercamp.com
Registrar URL: http://www.resellercamp.com
Updated Date: 2016-03-21T22:25:13Z
Creation Date: 2009-03-19T11:15:53Z
Registry Expiry Date: 2018-03-19T11:15:53Z
Registrar: CV. JOGJACAMP
Registrar IANA ID: 1478
Registrar Abuse Contact Email: abuse@resellercamp.com
Registrar Abuse Contact Phone: +62 274 415 585

Jeng jeng jeng hahahha jogjacamp

JOGJACAMP hanya penyedia layanan pembuatan web tentunya ada orang lain yg memesan domain tersebut dan kontennya yg mengisi adalah pihak pemesan jadi data2 siapa yg menyebarkan propaganda tinggal minta di jogjacamp

Seperti kata Joseph Goebbels Repeat a lie often enough and it becomes the truth, siapakah Joseph Goebbels dia adalah bapak propaganda di jaman nazi dan kalau melihat berita tentang syiah di indonesia sepertinya ini semacam propaganda,  karena pemberitaan yg tidak akurat soal syiah di indonesia selalu diulang2 diulang terus menerus siapa yg bikin, dengan tujuan apa entahlah, siapa yg diuntungkan juga entahlah, tapi siapa yg menjadi target dan siapa yang digerakkan nah ini juga menarik di cermati.

Belakangan ini sebelum pilpress 2014 sampai skr 2017 propaganda yg santer di negri ini adalah china, komunis, PKI, dan syiah siapa yg digerakkan tentunya umat muslim cukup dicekoki berita komunis akan menguasai indonesia, syiah akan menguasai indonesia, china akan menguasai indonesia kalau tidak mau maka kita semua harus “nah disini pesan disampaikan” tujuan sebenarnya propaganda.

Memang umat muslim adalah umat mayoritas dinegri ini, siapa yg menguasai umat muslim merekalah yg menguasai negeri ini sehingga tidak heran apabila semua ingin merangkul umat muslim, salah satu cara untuk menyatukan umat muslim dengan mudah adalah dengan menciptakan musuh bersama, cara ini yg sangat disayangkan karena tidak jarang yg dijadikan musuh adalah sesama saudara sebangsa setanah air sehingga potensi konflik terjadi di negri tercinta ini.

Kata guru ngaji saya dulu fitnah lebih kejam daripada membunuh, dengan ikut like berita share berita ada telah melakukan dosa yang besar anda berarti turut serta menyebarkan fitnah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *